(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Ibadah haji merupakan ibadah yang termasuk rukun Islam yang kelima. Sejarah Haji tidak terlepas dari sejarah Nabi Allah Ibrahim SAW yang hidup antara tahun 1861 hingga 1686 Sebelum Masehi. Meskiun demikian sejarah panjang ibadah haji perlu melihat sepenggal kisah Siti Sarah. Selain sejarah panjang Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan Nabi Ismail AS.

Tidak banyak literatur yang membahas mengenani Siti Sarah. Literatur dalam Islam menunjukkan Nabi Ibrahim AS lahir di Urkasdim, sebuah kota penting di Mesopotamia. Beliau merupakan keturunan Nabi Nuh AS yang hidup di 3900 hingga 2900 Sebelum Masehi. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa Nabi Ibrahim AS berdiam di sebuah lembah di Negeri Syam.

Alkisah pernikahan antara Nabi Ibrahim As dan Siti Sarah yang telah berlangsung lama belum juga dikaruniai keturunan. Usia Nabi Ibrahim yang semakin senja ditambah rasa sedih pun menggelanyuti pikiran siti sarah. Namun dengan ketegaran nya, Siti Sarah meminta Ibrahim untuk menikahi Siti Hajar. Seorang budak perempuan “hadiah” dari Fir’aun yang terkenal memiliki warna kulit hitam.

Singkat cerita dari pernikahan tersebut Allah SWT mengaruniai seorang putra yang diberi nama Ismail. Siti Sarah pun tidak mampu memendam rasa pilu dan cemburu hati nya karena tidak mendapatkan keturunan sepanjang perkawinan nya dengan Nabi Ibrahim AS.

Nabi Ibrahim pun kemudian mengadukan permasalahan tersebut langsung kepada Allah SWT. Allah SWT lalu memerintahkan Ibrahim membawa Ismail bersama Siti Hajar menjauh dari Siti Sarah. Ibrahim pun bertanya : “Ya Allah kemana Aku harus membawa Keluarga Ku?”

Allah berfirman : “Bawalah ke Tanah Haram Ku dan pengawasan Ku, yang merupakan daratan pertama yang AKU ciptakan di permukanaan bumi, Yaitu Mekkah” . Memang menurut Surat Ali Imram ayat 96, Mekkah dan Ka’bah mengungkapakn bahwa rumah (bait) yang pertama dibangun berada di Makkah

Lalu Jibril AS turun membawa kendaraan cepat. Kemudian membawa Siti Hajar, Ismail dan Nabi Ibrahim AS. Setiap nabi Ibrahim melewati suatu tempat yang memiliki ladang kurma yang subur, Ia selalu meminta Jibril untuk berhenti. Namun Jibril selalu menjawab “Terukan lagi…” Teruskan lagi”.. Sehingga tanpa terasa perjalanan mereka sampai di Kota Suci MAKKAH ,  Jibril pun menurunkan mereka bertiga di posisi Ka’bah. Hanya di letakkan dibawah sebuah pohon yang hanya cukup melindungi Hajar dan anaknya Ismail dari sengatan terik matahari.

Selanjutnya Nabi Ibrahim AS bermaksud pulang kembali ke negeri Syam. Menemui istri pertama nya, Siti Sarah. Rasa khawatir dan sedih pun ditunjukkan oleh Siti Hajar, karena akan ditinggal oleh suami nya tercinta. Hajar pun bertanya “Mengapa Engkau menempatkan kami disini?. Tempat yang sunyi dari manusia. Hanya gurun pasir, tiada air, dan tiada pula tumbuh – tumbuhan?” tanya Hajar seraya memeluk bayinya, Ismail.

Dengan penuh keyakinan, Nabi Ibrahim pun menjawab : “sesungguhnya Allah yang memerintahkanku menempatkan kalian disini.”Lalu Ibrahim beranjak pergi meninggalkan mereka. Setelah sampai di bukit Kuday yang mempunyai lembah, Nabi Ibrahim berhenti sejenak. Menoleh kepada keluarga yang di tinggalkannya. Beliau lalu berdoa seperti yang ada di dalam Al Qur’an QS Ibrahim ayat 37 :

Dari potongan kisah sejarah ibadah haji diatas,maka kisah tauladan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Siti Sarah dan Siti Hajar merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dilepaskan. Dan kini Allah telah mengabulkan do’a nabi Ibrahim. Hal ini semua karena kasih sayang, kemurahan, rahmat dan berkah dari Allah, bahwa sekalipun di tanah suci Makkah tidak ada pohon buah- buahan, tetapi didatangkan ke sana buah-buahan dari daerah lain di sekitarnya, bahkan dari seluruh dunia. Karena Allah SWT mengabulkan do’a nabi Ibrahim as, dan kini manfaatnya dapat dirasakan oleh jamaah haji dan UMROH.

Be Sociable, Share!