(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Melaksanakan Ibadah haji di Tanah Suci merupakan kewajiban yang wajib dijalankan oleh masing-masing umat muslim di seluruh Dunia. Berbagai carapun dilaksanakan untuk melaksanakan ibadah haji. Bagi mereka yang terkendala biaya dan ingin menghemat biaya tanpa mengurangi kewajiban mereka untuk tetap beribadah haji. Beberapa calon jamaah lebih memilih guna menjalani haji backpacker.

haji backpacker

Namun, ternyata terdapat anggapan, kalau kegiatan ini tergolong ilegal. Karena melanggar hukum yang diberlakukan di Arab Saudi. Lalu, bagaimana dengan umroh backpaker, Apakah kegiatan umroh Backpacker ini juga termasuk perbuatan yang ilegal?

 

Haji Backpacker Dianggap Ilegal, Apa Alasannya?

 

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dibawah kepemimpinan Raja Salman bin Abdul Aziz hinga saat ini sangat tidak mengizinkan penduduknya dan jemaah haji dari seluruh penjuru dunia melaksnakan ibadah haji tanpa mempunyai Tasreh. Tasreh diartikan sebagai Izin resmi guna berhaji. Inilah yang wajib dikantongi oleh  setiap calon jamaah haji.

Secara garis besar Terdapat sejumlah metode guna berangkat Haji yang umumnya jamaah haji mengurusnya setelah tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah:

  1. Melalui Hamlah dengan Tasreeh, Hamlah ialah istilah yang dipergunakan oleh Biro Perjalanan Haji, Tasreeh ialah Surat Ijin dari Pemerintah Saudi untuk menunaikan ibadah Haji, ongkos untuk mengurus Tasreeh ini berkisar antara 5000 hingga 9000 Riyal per jamaah.

Hamlah adalah biro perjalanan berizin resmi yang mendapatkan lisensi dari pemerintah Saudi untuk pengurusan visa umroh maupun pelayanan bagi jamaah haji.

  1. Melalui Hamlah, namun tanpa Tasreeh (Surat Ijin Haji), ongkos yang dibutuhkan bila melewati Biro Perjalanan Haji tanpa Tasreeh berkisar 3000 Riyal per orang.

 

  1. Haji Backpacker alias Haji Sandal Japit, ini ialah Haji mandiri, dapat dengan Tasreeh (Surat Ijin Haji) ataupun tanpa Tasreeh, proses Tasreeh memerlukan ongkos sekitar 2000 Riyal per orang. Bila tanpa tasreeh seringkali angkutan umum yang membawa jamaah Haji Backpacker ini bakal mengutip harga tinggi berkisar 700 hingga 1000 Riyal guna sekali jalan. Hal ini dinilai lumrah, karena para sopir itu juga dapat terkena sanksi dari pihak pemerintah Arab Saudi bilamana  kedapatan membawa jamaah Haji tanpa Tasreeh.

Inilah mengapa haji backpacker, tergolong sebagai perbuatan yang melanggar aturan hukum pemerintah kerajaan Saudi. Kementrian Dalam Negeri setempat pun gencar berkampanye atas “kelihaian” para jamaah haji tersebut, baik melalui media cetak dan media elektronik.

haji backpacker tidak boleh

Banyaknya permasalahan pelaksanaan ibadah haji ilegal alias Haji Backpacker ini, menjadikan tidak sedikit pihak yang yang terbukti melanggarnya bakal dijatuhi sanksi berat. Dari mulai penjara, denda, hingga deportasi ke negara asalnya.

Para Mufti atau ulama besar di Arab Saudi pun sangat tidak mengizinkan umat muslim guna menjalankan ibadah haji tanpa tasreh. Bahkan salah satu Fatwa dari seorang ulama besar Sheikh Abdul Aziz Al Asheikh menegaskan bila sampai para calon jamaah haji tersebut melanggar peraturan tersebut, dapat membuat ibadahnya tersebut tidak sah. Karena haji ilegal hukumnya haram. Tidak Cuma fatwa haram pelaku Haji Backpacker saja, namun untuk orang yang menolong jemaah guna berhaji tanpa izin ini, tergolong pantas mendapatkan hukuman yang amat berat.

Surat An Nisaa ayat 59, menerangkan bila setiap muslim mesti mentaati Allah, Rasul dan pemimpin. Hadist Riwayat Bukhari Muslim pun menyatakan, andai seorang muslim mesti taat dan dilarang melakukan maksiat terhadap pemimpinnya. Kedua dasar ini sangatlah penting untuk  diketahui. Lagipula kebijakan pemerintah yang melarang Haji Backpacker tanpa izin yang diputuskan ini juga  demi kebajikan dan kelancaran dalam prosesi ibadah haji secara keseluruhan.

haji backpacker ayat

Penetapan aturan kuota haji bertujuan untuk memberikan  kenyamanan, ketertiban dan ketenteraman tak kurang dari 3.000.000 jemaah haji dari seluruh penjuru dunia setiap tahun nya. Sehingga mempermudah manajemen dan pelayanan yang prima untuk seluruh tamu Allah. Dengan begitu, masing-masing muslim mesti mematuhi semua ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah, baik di Negara asalnya maupun di Saudi.

Lebih lanjut, Beribadah haji dengan berbekal ilmu yang mencukupi sangatlah penting. Sehingga diharapkan masing-masing jemaah dapat mendapatkan hikmah dan semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Bagaimana dengan Umroh Backpacker ?

Lain halnya dengan Umroh Backpacker. Untuk menjalankan ibadah umroh, kita tidak akan terbelenggu dengan ketentuan seperti ketika hendak pergi beribadah haji. Dalam hal ini Pemerintah Arab Saudi tidak menerapkan kebijakan  tasreh dan kuota jemaah. Sehingga memungkinkan kita untuk mendatangi Tanah Suci dengan tekhnik umroh backpacker.

 

haji backpacker arafah

Salah satu keuntungannya ialah biaya yang relatif lebih rendah, jika dikomparasikan dengan apabila kita berangkat melewati travel umroh. Tetapi risiko dan kendala berangkat secara berdikari ini jelas lebih besar. Tetapi dengan persiapan yang memadai, Insya Allah sekian banyak  kendala dapat teratasi dengan baik.

Anda mesti mengetahui jadwal dan rute maskapai penerbangan umroh backpacker, lokasi penginapan, serta jalur transportasi darat. Berbagai pengetahuan itu sangatlah urgen, agar supaya waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk umroh backpacker tetap efisien.

Berbagai dokumen penting, laksana paspor dan tiket pesawat, mesti dipersiapkan jauh-jauh hari.  Terkait soal visa umroh backpacker memang harus diurus melalui biro travel umroh. Namun jarang biro umroh yang hanya memberikan visa umroh. Karena memang risiko yang akan di dapatkan kelewat besar daripada keuntungan finansial yang mereka dapatkan

umroh backpacker tas gendong

Perjalanan umroh membutuhkan jasmani yang prima, sampai-sampai jemaah mesti membutuhkan stamina. Setidaknya guna beradaptasi dengan suhu udara dan lingkungan di Arab Saudi. Agar dapat mengenal situasi dan susunan perjalanan ibadahnya.

Karena dirasakan sebagai sesuatu yang ilegal maupun melanggar aturan. Tidak boleh sampai kita tergiur untuk mengerjakan haji backpacker. Apalagi hanya karena iming – iming pihak yang mungkin saja tidak bertanggung jawab.

 

Inilah Alasannya Haji Backpacker Itu Ilegal