(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Senin 9 Oktober 2017, merupakan hari yang bersejarah sekaligus “kelabu” bagi seluruh varian pesawat B747 400 milik maskapai Garuda Indonesia. Pesawat 1,5 lantai yang juga dipergunakan dalam penerbangan umroh dan haji itu akhirnya secara resmi dipensiunkan Garuda. Lalu armada apa yang akan menggantikan Armada Boieng 747 400  sebagai  “ratu” di langit Indonesia dalam Penerbangan umroh itu?  Simak ulasan nya.

Garuda Indonesia Penerbangan Umroh 747

Saat peresmian pemakaian nya pertama kali oleh Presiden Republik Indonesia tanggal 6 Agustus 1980 di Lapangan Terbang Halim Perdana Kusuma, pesawat ini menjadi kebanggan tersendiri tak terkecuali bagi Presiden kala itu Soeharto. Kedatangan pesawat terbang baru Garuda, yang menandakan era pesawat jumbo di ruang udara  Indonesia. Bahkan pesawat yang memiliki tekhnologi canggih pada zaman nya tersebut digadang – gadang sebagai “Queen of the Skies” atau Ratu Angkasa.

Ukuran nya yang super besar dengan satu setengah lantai mendapat perhatian tersendiri di kala itu. Pesawat ini dilengkapi empat mesin jet sampai – sampai dijuluki Jumbo Jet. Boeing 747 400 produksi pabrikan pesawat Boeing Amerika ini dapat menampung 428 jamaah haji dan umroh. Bagian di dalamnya terdiri atas 42 bangku eksekutif dan 386 bangku ekonomi.

Rasa gembira sekaligus bangga Saat itu juga turut menyelimuti maskapai Garuda Indonesia. Gara – gara mempunyai dan menerbangkan Boeing 747, BUMN ini dapat disejajarkan dengan maskapai-maskapai asing terkemuka di dunia kala itu. Maklum saja harga Boeing 747 yang telah dilengkapi dengan winglet agar irit bahan bakar ini  pada era tersebut termasuk yang paling mahal. Namun, Garuda dapat untuk melakukan pembelian pesawat tersebut untuk kebutuhan penerbangan ke eropa dan timur tengah, termasuk penerbangan umroh.

garuda indonesia 747 - 400 PK GSH

Pada masa mula kedatangan pada tahun 1980, Garuda Indonesia dapat menebus 8 varian Boeing 747, yang terdiri dari varian Boeing 747-200 sejumlah 6 unit dan Boeing 747-400 sejumlah 2 unit. Pesawat B747-400 terakhir yang didatangkan Garuda pada 1994.

Pesawat terakhir dengan nomer registrasi PK – GSH ini lah yang sempat melayani kepulangan jamaah haji dari Madinah degan tujuan akhir  Makassar pada 6 Oktober 2017. Sebagai armada penerbangan umroh dan haji Boeing 747 pamungkas  ini sudah beroperasi sekitar 89.900 jam dengan 15.512 flight cycle.

Sebagai Armada penerbangan umroh dan haji, Boeing 747 pernah turt andil dalam membangun  masa keemasan Garuda tahun 1980-an. Bahkan menurut catatan airfleets tak ditemukan data kecelakaan serius yang disebabkan oleh Boeing 747 – 400 Garuda Indonesia. Kiprahnya bersinar, meskipun penerbangan  pesawat jumbo ini telah berlangsung semejkan 37 tahun yang lalu. Sementara Boeing 747 terakhir yang dipakai Garuda telah beroperasi 23 tahun. Sepanjang masa tersebut pula tak ada permasalahan serius berhubungan pesawat ini.

Dengan segala prestasi yang berhasil ditorehkan oleh Boeing 747 maka  mulai  9 Oktober 2017, semua varian pesawat Boeing 747 harus dipensiunkan oleh Garuda Indonesia. Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury menitik beratkan bahwa berakhirnya masa kerja pesawat Boeing 747-400 ialah bagian dari program revitalisasi armada penerbangan umroh dan haji.

Dia menegaskan bahwa maskapai BUMN ini memiliki target pengoperasian pesawat yang masih berusia muda, rata-rata 5 tahun. sementara Boeing 747 terakhir yang dipakai Garuda telah beroperasi 23 tahun

Garuda Indonesia PK GSH Pensiun Umroh

“Saat ini kami mengoperasikan pesawat berbadan lebar B777-300ER dan A330-300/200 yang lebih irit bahan bakar, hemat ongkosoperasional dan lebih handal dalam hal perubahan iklim dan cuaca. Hal ini diharapkan dapat memberikan  Pengalaman Penerbangan Umroh dengan Garuda Indonesia yang lebih nyaman dalam  penerbangan jarak jauh,” kata Pahala.

 

Mencari Pengganti si “Ratu Angkasa”

Terlepas dari  masa dinas Garuda Indonesia Boeing 747-400, Garuda kini tengah mencari pengganti si “Ratu Angkasa dalam Penerbangan mengangkut jamaah haji dan umroh. Saat ini, Garuda mengantongi  10 unit Boeing 777-300ER dan 17 unit A330-300, dan nampanknya kedua pesawat ini yang akan diandalkan dalam penerbangan umroh. Secara kapasitas memang kedua jenis pesawat wide body ini memiliki kapasitas angkut jauh lebih kecil ketimbang Boeing 747.

Garuda Indonesia 777 - 300 ER Penerbangan Umroh

Jika  Boening 747 400 mampu mengangkut 428 jamaah umroh dalam berbagai kelas. Pesawat B777-300ER “Cuma” berkapasitas 314 hingga 393 kursi, sedangkat Airbus A330-300 Cuma berkapasitas 257-360 jamaah. Namun langkah ini diambil mengingat pertimbangan lebih irit bahan bakar dan hemat ongkos perawatan. Pemakaian kedua pesawat ini juga diharapkan mampu mendarat di bandara – bandara di Indonesia. Salah satu nya untuk penerbangan umroh rute Solo Jeddah

Kemampuan landasan banyak bandara di Indonesia masih sangat terbatas. Banyak bandara di kota besar sekalipun yang belum mampu jika dipakai sebagai landas pacu tempat take off dan landing pesawat jumbo sekelas Airbus A380. Belum lagi jika berbicara mengenai sarana dan prasarana pendukung nya seperti kapasitas terminal,  garbarata dan petugas ground staff yang mesti harus diserasikan dengan karakter Airbus A380 yang mampu mengangkut 850 jamaah penerbangan umroh. Maklum saja, pesawat jumbo jet ini mempunyai ciri khas kabin double deck.

Mengenai akan beroperasinya Penerbangan Umroh langsung dari Semarang menggunakan armada Boeing 777-300ER atau  Airbus A330-300, pihak  Angkasa Pura menegaskan mengenai spesifikasi panjang runway. Jika dibandingkan dengan Solo, Runway terpanjang terdapat di Semarang yakni sepanjang 2.680 meter, sedangkan Solo cuma 2.600 meter.  Namun, di Bandara Ahmad Yani Semarang tingkat kekerasan landasan atau pavement classification number (PCN) amat rendah, sampai – sampai saat ini belum memungkinkan bila dijadikan landasan pesawat wide body sekelas Boeing 777-300ER dan Airbus A330-300

Garuda Indonesia Penerbangan Umroh 777 ER

Saat ini penerbangan umroh Garuda Indonesia dengan pesawat wide body (berbadan lebar) seperti Boeing 777-300ER dan A330-300 untuk wilayah Jawa Tengah masih dipusatkan di Bandara Adi Soemarmo Solo. Itupun Pesawat berbadan lebar belum dapat terbang dengan kapasitas penuh. Harus mampir di aceh dahulu beberapa jam untuk mengisi bahan bakar pesawat, baru kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Sebagai pembanding, spesifikasi tekhnis untuk berat maksimum Boeing B777-300ER saat take off adalah 351,53 ton dan saat landing 251,29 ton.

Airbus A330, pesawat andalah penerbangan umroh Garuda Indonesia untuk terbang adalah 233 ton, dan saat landing maksimal berat 187 ton. Sementara, berat maksimum lepas landas Airbus A380 yang diharapkan dapat menggantikan armada Boeing 747 – 400 ialah 575 ton dan berat maksimum saat mendarat adalah  394 ton.

Dengan melihat situasi yang ada di banyak bandara Internasional di Indonesia, sepertinya pihak maskapai plat merah yang telah dinobatkan sebagai maskapai bintang lima ini bakal tetap menggunakan B777-300ER dan A330-300 dalam mengembangkan jaringan penerbangan umroh,  dan rute domestik, kawasanan Asia dan regional.

garuda indonesia penerbangan umroh interior

Apalagi, jumlah pesawat A330-300 yang dipunyai Garuda Indonesia pun sudah sangat mumpuni untuk melakukan penerbangan umroh dari berbagai rute bandara Internasioanl yang ada di Inonesia. Pesawat A330-300 dapat terbang nonstop sampai 10.800 km. Sedangkan B777-300ER mempunyai jarak tempuh sampai 13.520 km. Sementara jarak antara bandara di berbagai daerah di Indonesia hingga Saudi arabia bervariasi, antara 7.000 hingga 10.000 kilometer

Saat ini untuk Pengguna Boeing 747 – 400 memang tidak melulu di monopoli oleh Garuda Indonesia. maskapai Lion Air pun tercatat sebagai pengguna setia Boeing 747 – 400. Tercatat Lion Air sempat mempunyai dua unit pesawat Boeing 747-400, namun satu unit telah lebih dahulu pensiun.

Boeing 747-400 Lion Air yang dipensiunkan merupakan salah satu unit yang di datangkan Lion Air pada tahun 2009 sebagai upaya untuk meberikan pelayanan terhadap permintaan akan paket umroh murah. Namun pihak Lion Air  akan menempuh tahapan yang sama seperti apa yang dilaksanakan oleh  Garuda Indonesia, mempensiunkan semua armada terbang Boeing 747.

Lion Air Jeddah Penerbangan Umroh

Saat ini untuk Penerbangan Umroh Lion Air dari 12 Kota  ialah Airbus A330-300, yang juga dipunyai Garuda. Pertanyaannya, di samping B777-300ER dan A330-300, pesawat apa yang bakal menjadi “raja” di langit  Indonesia sesudah usainya era Boeing 747 – 400

Setidaknya kita bisa sedikit berharap dari pembangunan Bandara Kertajati yang terletak di Kabupaten Majalengka. Diharapkan bandara ini sudah bisa diuji coba pada Februari 2018, serta mampu di darati pesawat sekelas Airbus A380  pada Juni 2018 nantinya.

Proyek bandara trilyunan rupiah ini bakal mempunyai runway berukuran 3.000 meter x 60 meter. Sehingga dapat didarati pesawat penumpang terbesar di dunia sekelas Airbus A380 yang dapat membawa 850 penumpang sekali terbang. Atau dua kali daripada kapasitas pesawat Boeing 747 400.

airbus a380 penerbangan umroh

Terlepas dari itu semua kita patut mengapresiasi langkah operator penerbangan umroh di Indonesia dengan terus merevitalisasi armada penerbangan dengan pesawat yang berusia muda dan efisien dari. Hal tersebut sebagai upaya peningkatan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa perjalanan udara, termasuk jamaah umroh dan Haji di Indonesia

Selamat datang di Syakira Wisata

Be Sociable, Share!