(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Dahulu Masjid Qiblatain dikenal dengan masjid Bani Salamah. Nama masjid diambil dari nama pemilik rumah yaitu Bani Salamah, yang rumahnya dipugar untuk dijadikan masjid ini. Lokasi masjid berada tujuh kilometer dari Masjid Nabawi atau di utara Harrah Wabrah, di atas sebuah bukit kecil. Di Masjid Ini Rasulullah Pernah Sholat Menghadap Dua Arah Kiblat

Masjid ini dulunya sering digunakan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat untuk melakukan ibadah shalat, namun pada saat itu arah kiblat masih menghadap ke arah Baitul Maqdis yang terletak di Yerusalem, Palestina. Nama lain dari Baitul Maqdis adalah Masjidil Aqsha.

Karena kesamaan arah kiblat inilah pada masa itu kaum muslimin mendapat tekanan dari kaum Yahudi yang menyatakan bahwa mereka hanya mengekor arah kiblat kaum Yahudi. Hal inilah yang menimbulkan keresahan dari Rasulullah SAW.

Turunnya Wahyu Perpindahan Arah Kiblat di Masjid Qiblatain

Rasulullah SAW tidak berhenti memohon agar ada petunjuk mengubah arah kiblat. Allah menjawab doa Nabi Muhammad dengan menurukan wahyu Nya. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun ke 2 Hijriyah bulan Rajab pada hari Senin saat waktu dhuhur (sebagian riwayat menyatakan sholat ashar). Allah SWT melalui wahyu dalam surah Al Baqarah ayat 144 berfirman :

Ketika wahyu turun, Rasulullah SAW bersama para sahabat sedang menjalankan shalat dengan menghadap pada Masjidil Aqsa, shalat pun sudah berlangsung sebanyak 2 rakaat. Setelah wahyu turun, tanpa membatalkan shalat, Rasulullah SAW memindah arah kiblat yang diikuti oleh para sahabat. Peristiwa tersebutlah yang menandai perubahan nama masjid menjadi Masjid Qiblatain.

Dua Arah Mihrab

Penamaan masjid menjadi Qiblatain ini juga berarti dua kiblat. Itulah mengapa sampai saat ini masjid tersebut mempunyai dua arah mihrab yang menonjol yaitu mengarah ke Mekah dan Palestina. Namun untuk meminimalkan mihrab yang mengarah ke Masjidil Aqsha, maka bangunan masjid belum lama ini mengalami renovasi. Pemerintah Saudi lebih memilih menonjolkan mihrab ke arah Mekkah.

Desain ruang mihrab mengadaptasi geometri ortogonal kaku dan simetri. Ciri dari desain ini adalah kubah kembar serta menara kembar. Satu kubah yang menjadi ubah utama adalah penanda kiblat yang mengarah pada Kota Mekah, yang merupakan kiblat yang benar.

Sedangkan satu kubah lainnya, yang lebih kecil, adalah kubah yang mengarah pada Masjidil Aqsha, yang difungsikan untuk sisi historis mengingatkan akan sejarah masjid tersebut. Terdapat garis kecil yang menyilang yang menjadi petunjuk transisi perpindahan arah.

Masjid Qiblatain adalah salah satu tempat bersejarah sekaligus tempat ziarah yang menjadi favorit di Madinah. Tempat ini juga penting dalam sejarah keislaman karena di tempat inilah pertama kalinya arah kiblat diganti dan menjadi panduan arah kiblat hingga sekarang. Untuk itulah kunjungan ke masjid ini selalu menjadi prioritas bagi sebagian besar jamaah dari seluruh penjuru dunia.

Begitu pula dengan Syakira Wisata. Di sini Anda akan diberikan berbagai penawaran menarik mengenai perjalanan umroh dan haji yang terlengkap. Salah satu tujuan dalam paket umrah dan haji yang ada di Syakira Wisata juga akan mengunjungi masjid berkiblat dua ini. Di sini pula Anda akan mendapatkan paket lengkap yang membantu Anda saat berada di tanah suci.

Berbagai persiapan melaksanakan ibadah umroh serta haji akan dipandu dengan baik oleh pemandu yang disediakan oleh Syakira Wisata. Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu mengenai paket-paket yang sekiranya sesuai dengan kebutuhan Anda, termasuk untuk mengunjungi Masjid Qiblatain ini. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan sebelum dan selama menjalani ibadah umrah dan haji agar perjalanan ibadah Anda berlangsung dengan nyaman dan khidmat.

Be Sociable, Share!