(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Ketika disebukan kata “batu” di Makkah, maka terdapat satu batu yang setiap orang islam pasti punya keinginan untuk dapat menciumnya. Dialah batu hajar aswad atau black stone (batu hitam), yang menempel disalah satu sudut dinding KA’BAH.batu hajar aswadSetiap jamaah HAJI dan UMROH yang melaksanakan ibadah thawaf memulainya dari situ. Batu hajar aswad adalah batu surga. Batu itu adalah batu ‘intan mutiara’ yang paling mahal diantara batu-batu manapun di dunia ini, karena ia bukanlah sekedar batu, tapi bernilai surga serta ibadah.

Sebuah redaksi Hadist panjang berikut ini mungkin dapat menceritakan sisi keajaiban  Batu Hajar Aswad ini. Rasulullah bersabda:

“Seandainya keburukan-keburukan, dosa-dosa zaman jahiliyah, dan tangan-tangan orang zalim dan pendosa itu tidak mengubah Hajar Aswad, niscaya ia dapat digunakan menyembuhkan dari segala penyakit, niscaya ia akan tetap seperti bentuknya ketika Allah menciptakannya. Allah mengubahnya menjadi warna hitam itu agar manusia di dunia ini yang tidak bisa melihat perhiasan surga akan menjadi ke surga. Sesungguhnya Hajar Aswad itu adalah intan mutiara dari jenis intan mutiara surga. Allah menurunkannya sewaktu Dia menurunkan Adam ke bumi dan menaruhnya di Ka’bah sebelumnya. Bumi pada waktu itu masih suci; tak ada satu pun kemaksiatan-kemaksiatan yang pernah dilakukan di dalamnya. Juga, tak ada seorang pun penghuni yang menyebabkannya menjadi najis. Kemudian diturunkanlah malaikat disetiap ujung Tanah Haram untuk menjaganya dari penduiduk bumi. Penduduknya waktu itu adalah jin, mereka tidak diperkenankan melihat apapun dari surga. Para malaikat menghalangi mereka dengan berdiri di perbatasan-perbatasan Tanah Haram, karena itulah Tanah Haram disebut ‘haram’ yaitu dilarang untuk dimasuki oleh yang mempunyai keinginan masuk.”

(HR. ath-Thabarani, al-Baihaqi, dan lain-lain).

Riwayat lain menjelaskan keajaiban Hajar Aswad atau batu hitam ini. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Hajar Aswad dan maqam adalah dua intan mutiara surga, seandainya saja tidak ada kesalahan anak Adam yang menyentuhnya, niscaya akan menyinari jagat timur hingga barat dan tak seorang pun yang menderita penyakit, yang menyentuhnya kecuali dia kan sembuh.(HR. Ath-Thabarani).

Berikutnya pengaruh dosa dan tangan zalim dari manusia hingga dapat mengubah batu intan mutiara yang begitu terang benderang sinarnya, hingga bisa menerangi  seluruh belahan bumi dari timur sampai barat. Namun, karena dosa-dosa dan tangan zalim manusia, batu itu menjadi batu yang hitam, tiada sinar apapun yang memancar darinya.

Bagaimana jika kita membayangkan hati manusia yang sering melakukan dosa-dosa dan kezaliman. Pastilah hati yang banyak dipenuhi dengan dosa akan menjadi hitam dan tak dapat memancarkan cahaya kebaikan. Tidak salah jika kemudian Rasulullah memberikan perumpamaan dalam sabdanya:

“Sesungguhnya seorang mukmin apabila melakukan sebuah dosa maka ia akan menjadi sebuah titik hitam di dalam jantung hatinya, jika dia bertobat dan meniggalkannya, lalu beristigfar kepada Allah, maka  hatinya itu akan bersinar. Jika dosa itu bertambah maka titik hitam itu pun bertambah hingga menutupi hatinya.”(HR. Al-Hakim dan lain-lain).

Telah banyak dibuktikan bahwa jantung orang yang biasa minum minuman keras dan bermabuk-mabukan ternyata seperti hangus terbakar, menjadi kehitam-hitaman. Selain efek panas yang menghanguskan dari minuman keras, dosa meminum barang yang diharamkan Allah SWT itu pun sesungguhnya sudah membuat hati atau jantung seseorang menjadi hitam.

Seorang ulama salaf berkata,”Dosa kemaksiatan itu ibarat delegasi kekafiran, jika sudah penuh, maka hati pun akan mati. Dia tidak dapat menerima kebaikan dan kebenaran apa pun, tak ada belas kasihan, rasa sayang , maupun takut kepada Allah SWT. Apapun akan dilakukan, setan pun kemudian menjadi teman dan akhirnya tak urung, ia pun terjerumus dalam kekafiran . Semoga Allah menjaga kita dari hati yang hitam kelam karena dosa. Semoga kita dimudahkan Allah untuk segera bertobat dan beristighfar atas dosa yang terlanjur kita perbuat.aamiin.

 

Batu Hajar Aswad
Be Sociable, Share!