(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Aturan merokok saat beribadah haji dan umroh seringkali dipertanyakan para calon jamaah haji maupun umroh. Maklum saja, Bagi sebagian calon jamaah haji maupun umroh rokok sudah menjadi barang “wajib” yang tidak dapat ditinggalkan. Dan seringkali para pengelola travel umroh bukan lah seseorang perokok aktif.

Merokok saat Beribadah Haji dan Umroh

Bagi anda jamaah haji atau umroh perokok aktif, sejatinya dapat membawa rokok maksimal 2 slop. Atau dapat membawa rokok maksimal 200 batang. Seringkali pilihan jamaah untuk membawa rokok sendiri ini dikarenakan harga rokok di arab saudi yang terbilang sangat mahal. Belum lagi soal ketatnya aturan merokok saat beribadah haji dan umroh.

Sebut saja untuk rokok filter merk lokal dan internasional yang seringkali di produksi di Dubai. Rokok ini dihargai antara 15 hingga 20 riyal. Atau sekitar Rp. 55.000 hingga 80.000 untuk tiap bungkusnya. Alasan lain yang sering ditemui karena di arab saudi tidak di temukan rokok yang mengandung cengkeh, atau yang biasanya  disebut sebagai “rokok putih”. Mahalnya harga rokok ini tentu saja dapat menguras UANG SAKU SAAT PERJALANAN UMROH

 

rokok-umroh

Dengan harga mahal saja, mencari rokok di sekitar hotel maupun Masjid seperti mencari jarum dalam jerami, sangat susah. Sanksi tegas diterapkan bagi toko maupun penjual yang  ketahuan menjual merokok saat beribadah haji dan umroh di radius sekitar 5 kilometer dari Masjid Nabawi Masjidil Haram. Bagi yang tertangkap menjual rokok seketika didenda 10 ribu riyal atau setara dengan Rp 36 juta.

Untuk larangan merokok sendiri tidak terlalu ketat, tidak ada dam atau denda, maupun hukuman apapun, hanya cukup di peringatkan. Namun ada area – area yang benar – benar dilarang untuk merokok. Beberapa kali Penulis sendiri menyaksikan jamaah dari Tanah Air yang berurusan dengan Askar (polisi Arab) ketika sedang merokok. Meskipun dapat diselesaikan secara “damai” dan hanya mendapatkan peringatan lisan, tak ayal kejadian ini cukup membuat si jamaah ketakutan.

rokok-umroh-1

Kebiasaan membawa rokok dalam jumlah banyak terkadang merupakan pesanan dari anggota keluarga yang sudah menjadi mukimin (penduduk) tetap di Mekkah, namun ada pula yang membawa khusus untuk dijual. Banyak mukimin ataupun petugas haji asal Indonesia membeli rokok di toko sebelah SPBU dekat bandara Madinah, maupun di daerah Tan’im yang berjarak sekitar 7 km dari masjid. Mereka rela membeli rokok di toko yang jauh sebab lokasi ini sudah berada di luar tanah haram.

Saran kami sebagai travel umroh, bagi jamaah yang belum bisa berhenti merokok maka diperbolehkan membawa persediaan rokok dari tanah air, apalagi bila tujuan nya untuk dijual. Namun demikian jangan membawa persediaan terlalu banyak, bawalah secukupnya, sembari mengurangi atau menjadikan momentum ibadah haji maupun umroh sebagai waktu yang tepat untuk berhenti merokok. Selain menyehatkan diri sendiri, berhenti merokok juga mengurangi omongan teman lain yang tidak merokok

 

Merokok saat Beribadah Haji dan Umroh
Be Sociable, Share!