(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Banyak penumpang jamaah penerbangan umroh dan yang pulang melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah maupun Bandar Udara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz yang menyatakan keterkejutan dan kekecewaan pada aturan baru yang membatasi jumlah air Zamzam yang mereka bawa. Pada aturan sebelumnya, penumpang penerbangan umroh dapat membawa setidaknya 10 liter Zamzam air setiap jamaahnya, namun kini aturan baru tersebut membatasi jumlah air zam – zam yang hanya lima liter per jamaah. Hal ini tak urung menyebabkan ketegangan antara calon penumpang (jamaah umroh) dengan petugas bandara, dan tak terkecuali petugas dari biro travel.

1.bagasi zam - zam

Dikutip dari laman Arab news, Muzamal Sarkar, jamaah umroh yang akan kembali ke London, mengeluhkan perubahan aturan baru yang melarang penumpang dari semua maskapai membawa bagasi yang berisi botol air 10 liter air Zamzam. Sarkar menjelaskan bahwa banyak penumpang yang terkejut dengan perubahan mendadak dalam aturan, dan sekarang mereka bertanya-tanya tentang apa yang harus dilakukan dengan botol 10 liter mereka yang terlanjur di bawa dari Masjidil Haram di Mekkah “Saya membawa botol air 10 liter Zamzam yang saya beli dari Makkah dengan harga SAR 30 (sekitar 100 ribu rupiah). Ketika saya akan membawanya sebagai oleh – oleh untuk kembali ke rumah, petugas packing dari sebuah perusahaan swasta mendekati saya, seraya memberitahu bahwa mereka tidak boleh lagi mengemas botol 10 liter seperti biasanya. Otoritas bandara hanya memperbolehkan hanya mengemas dan membawa air zam – zam ukuran tidak lebih dari 5 liter yang membawa mereka, “tambah Muzamal.

Lebih lanjut, kata Sarkar, dirinya masih “tertolong” karena terdapat sebuah kios di area bandara yang menjual botol kemasan lima liter air zamzam dengan harga SR10 (sekitar 36.000 rupiah) perbotol dan diluar fasilitas pengepakan, yang letaknya tidak jauh dari bandara King Abdul Aziz Jeddah. “Untungnya, pengemudi taxi yang membawa saya ke bandara itu masih ada, jadi saya bisa meminta tolong kembali untuk membelikan botol kemasan 5 liter atau yang berukuran lebih kecil untuk dibawa ke London sebagai sarana pengobatan untuk istrinya yang menderita kanker,” katanya. Dia menambahkan bahwa banyak penumpang yang bernasib sama dan meluapkan kemarahan nya kepada petugas bandara atas keputusan yang tiba-tiba.

2. Aturan Baru bagasi zam - zam

Penumpang lain, Salman Hassan Zaman, mengatakan kepada Arab News bahwa sekitar sebulan yang lalu dia telah melakukan perjalanan dengan keluarganya masing – masing membawa lima jerigen 10 liter air Zamzam, namun kini ia harus gigit jari, terjebak dengan kebijakan yang tidak meperbolehkan botol 10 liter, dan ia pun terpaksa harus membuangnya di Bandara King Abdul Aziz Jeddah.
Jamaah umroh lain nya akhirnya harus memahami dan menyerah pada kebijakan pemerintah saudi. Namun penumpang lain, Ali Al Zahrani mengatakan bahwa sebaiknya aturan baru untuk membawa Zamzam ini harus disebutkan pada tiket pesawat untuk menghindari “pelecehan” hak penumpang seperti yang saat ini ia mengalami. “Ini tidak adil untuk tiba-tiba mengubah aturan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,” katanya.

Sementara itu, Arab petugas bandara Saudi Airline mengatakan bahwa aturan telah diberlakukan oleh Otoritas Jenderal Perhubungan Udara (GACA), dan bukan kebijakan dari maskapai penerbangan. lebih lanjut ia mengatakan bahwa GACA telah memberikan kontrak kepada perusahaan yang memasok lima liter dikemas air zamzam untuk para penumpang di bandara.

Dalam pernyataan sebelumnya, Saeed Musfer Al-Wadi, direktur Proyek Raja Abdullah untuk Zam – zam dari Perusahaan Air Nasional, mengatakan: “Air Zamzam sedang dikemas sesuai dengan norma-norma yang ditetapkan oleh otoritas penerbangan sipil dan mereka secara eksklusif memberikan kemasan lima liter kaleng yang masing – masing berisi 1 liter untuk dibawa sebagai oleh – oleh setiap peziarah (jamaah umroh/haji) seperti yang disarankan oleh otoritas penerbangan sipil. “

2. Bagasi zam - zam

Sampai berita ini diturunkan arab news belum mendapatkan konfirmasi dari Otoritas Jenderal Perhubungan Udara (GACA), apakah aturan ini akan ditetapkan selamanya atau bersifat sementara, lalu apakah berlaku juga untuk wisatawan umum.

Be Sociable, Share!