(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Dalam artikel kali ini yang diolah dari berbagai sumber, kami mencoba memaparkan arti haji dan umroh menurut Syariat. Pada hakikatnya arti kata “haji” secara lughhawi (bahasa) adalah berziarah, berkunjung, atau berwisata suci. Mekkah adalah kota terbaik untuk diziarahi, yakni dengan Haji. Mekkah adalah kota terbaik di muka bumi dan kota yang paling dicintai oleh Nabi Muhammad SAW. (Musnad Imam Ahmad), 4/13 Sunan Al-Tirmidzi, No. 3295; Sunan Ibnu Majah, No. 3168). Mekkah juga pantas sebagai ibu kota bagi kota – kota diseluruh dunia

Wuquf Arafah

Keutamaan yang menunjukan betapa besar energi Illahi di kawasan Ka’bah. Sebagaimana Sabda Rasullullah SAW adalah jika seorang muslim shalat di Masjidil Haram. maka baginya pahala lebih baik dan berlipat sampai 100.000 kali jika dibandingkan degan shalat di tempat lain.

Sementara mereka yang shalat di Masjid Nabawi di Kota Madinah dilipatgandakan sampai 1000 kali lipat (Sahi Al-Bukhari, memiliki keinginan mendatangi Tanah Suci dan melaksanakan Ibadah Haji untuk menyempurnakan keIslamannya. Dengan demikian, Ibadah haji adalah rukun puncak dalam Islam.

Ibnu Manzhur dalam Lisan Al-Arab menyebutkan bahwa “hajj” secara bahasa berarti “tujuan”. Kemudian, penggunaan kata ini menjadi lebih khusus untuk setiap perjalanan yang bertujuan ke Mekkah guna melaksanakan ibadah. (Muhammad bin Mkaram Ibnu Manzhur Al Irfiqi Al Misri, Lisan Al-Arab, 9/778). Dalam istilah fikih, haji memiliki makna perjalanan seseorang ke Ka’bah guna menjalankan ritual-ritual ibadah haji dengan cara dan waktu yang telah ditentukan Sulaiman Al Bujairami, Hasyiah Al Bujairimi Al-Minhaj, 6/10).

Arti Haji dan Umroh

Menurut Imam As Syafi’i, bulan-bulan haji adalah Syawal, Dzulqa’dah, dan 10 hari pada permulaan Dzulhijjah. Dlam arti, niat diniatinya menjadi harus ada di dalam bulam-bulan tersebut. Pekerjaan yang diniatinya menjadi ibadah umroh jika tidak di dalam bulan itu. Masa pelaksanaan haji adalah beberapa hari di bulan Dzulhijjah. Sedang tempat pelaksanaannya adalah Mekkah, Arafah, Mina, dan Muzdalifah yang semuanya berada dalam kawasan Al-Masya’ar Al-Haram.

Disebut A;-Masy’ar Al Haram karena penuh dengan mercusuar kesucian Ilahi. Ritualnya dimulai dari niat di miqat, ihram selama haji berlangsung, tawaf di Baitulla, sa’i di antara bukit Shafa dan Marwah, wukuf di Arafah, mabit (bermalam) di Mina dan Muzdalifah, melontar jumroh di Mina, dan tahallul di akhirnya.

Kewajiban haji hanya satu kali seumur hidup. Hal ini disebutkan dalam sebuah hadist :

Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW berkhutbah di hadapan kami seraya bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan haji atasmu.” Maka berdirilah Al-Aqra’ Ibn Habis dan bertanya : Apakah dalam setiap tahun, wahai Rasulullah? Beliau bersabda: “Jika aku mengatakannya, ia menjadi wajib. Haji itu sekali dan selebihnya adalah sunah.” (HR.Imam Lima selain Tirmidzi, Bulugh Al-Maram, No.737).

Berdasarkan hadis tersebut, maka ijma’ dari kalangan sahabat serta para ulama dan yanh terus dilaksanakan sampai sekarang oleh umat islam adalah bahwa haji wajib hanya satu kali seumur hidup, sedangkan pelaksanaan haji yang keuda dan ketiga hukumna hanya sunah (Wahbah Al-Zuhaili, Al –Fiqh, Al-Islami wa Adillatuhu, 3/404).

arti haji dan umroh

 

Perbedaan Haji dan Umroh

 

Umroh secara bahasa mempnyai arti ziarah (berkunjung), sedangkan menurut istilah adalah berkunjung ke Baitullah selain waktu haji untuk mengerjakan ibada tertentu dan dengan cara yang tertentu pula. Dari sini, bisa disimpulkan bahwa perbedaan antara keduanya sangat tipis. Perbedaannya terletak pada waktu-waktu penunaian dan beberapa hukumnya saja. Haji mempunyai waktu khusus dan tidak diperbolehkan berpindah ke waktu lain. Sedang, umroh tidak mempunyai waktu yang khusus, dan dapat dilakukan sepanjang tahun.

Teknis pelaksanaannya pun berbeda, jika haji mempunyai rtual seperti wukuf, menginap, dan melempar jumroh, maka dalam umroh ritual-ritual tersebut tidak ada. Para fuqaha sepakat bahwa haji hukumnya wajib. Sedang umroh, masih terjadi perbedaan pendapat. Sebagian mengatakan wajib dan sebagian yang lain mengatakan sunah (Mustafa Al-Khin dan Mustafa Al-Bugha, Al-Fiqh Al-Manhaji, 1/370).

Jika disimpulkan dalam berbagai argumen para fukaha umroh yang memiliki status hukum wajib adalah umroh dalam haji dan selain umroh haji hukumnya hanya sunah.

 

Tag : Arti Haji dan Umroh