(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Ketika penerbangan Umroh Anda menggunakan maskapai Emirates, pasti akan transit di bandara Dubai. Ya dubai merupakan home base maskapai emirates sebagai penghubung atau hub ke ratusan Negara di dunia. Saat pesawat Transit di Bandara Dubai itulah sejumlah jamaah Umroh pasti akan dibuat  terheran – heran.

Ada satu yang menarik ketika mendengar ada pengumuman bahasa jawa saat di bandara Dubai yang menggunakan bahasa jawa halus. Mungkin banyak juga yang bertanya apa arti dari pengumuman tersebut dari sejumlah jamaah Umroh yang transit di Dubai.

Bandara Dubai Umroh

Alasan Emirates Memakai Bahasa Jawa di Bandara Dubai

Beginilah bunyi bahasa jawa tersebut “Nuwun sewu, bapaak-bapak soho ibu-ibu, penerbangan Emirates EK tigo gangsal wolu dateng Jakarta sak meniko badhe..” . ini adalah bahasa jawa halus yang dalam bahasa indonesia artinya “Permisi bapak-bapak dan ibu-ibu, penerbangan EK 358 Jakarta saat ini akan…”

Setidaknya alasan bahasa jawa tersebut digunakan , menurut Emirates bertujuan untuk memudahkan para penumpang atau mungkin juga jamaah umroh yang tidak memahami bahasa inggris atau Arab saat akan menaiki pesawat.

Ini supaya para penumpang termasuk jamaah Umroh saat melakukan transit Dubai yang tidak bisa berbahasa inggris maupun Arab bisa merasa nyaman. Bersama pihak bandara kami memakai 26 bahasa dalam system untuk di pakai pada setiap pintu keberangkatan. Sehingga supervisor yang bertugas bisa memilih menggunakan bahasa sesuai penumpangnya yang akan terbang.

dubai airport sign

Komentar Penumpang Saat Transit Dubai

” Ini sangat membantu penumpang mempercepat saat proses naik pesawat”. Emirates juga menekankan bahwa bahasa yang di gunakan bukan hanya sekedar bahasa jawa tetapi bahasa jawa halus. Mendengar informasi di bandara dalam Bahasa Jawa, Sejumlah jamaah Umroh semarang di ruang tunggu malah paham dan bisa tersenyum puas.

Walaupun para penumpang tidak mayoritas orang jawa banyak turis dan bangsa Arab, tetapi mengapa bahasa jawa itu digunakan? Mungkin salah satunya untuk melayani para penumpang secara ramah dan prima.

Di dunia ini juga terdapat dua bandara yang menggunakan penggumuman informasi menggunakan bahasa jawa selain bandara intenasional Dubai. Ada Bandara Adisutjipto di Yogyakarta yang mulai di berlakukan pada 17 juli lalu. Alasan dari pihak bandara tersebut untuk menghadirkan keramahan Yogyakarta dan untuk mendukung pelestarian budaya Lokal.

emirates interior 777

Penggunaan bahasa jawa tersebut bagi Emirates tentu saja bukan tanpa alasan. Bahasa jawa memiliki penutur terbanyak di Indonesia yang mencapai 90 jutaan orang. Keberadaan dan eksistensi nya semakin tidak terawatt dan mulai luntur”.

Seorang jamaah Umroh semarang menuturkan kekaguman nya akan penggunaan bahasa jawa saat transit di Bandara ini. Kondisi bahasa jawa hampir memprihatinkan. Di kota besar yang sudah ahli dengan penutur Jawa malah mengajarkan kepada anaknya menggunakan bahasa Indonesia. Rujukan mereka lebih ke bahasa Indonesia yang di anggapnya budaya nasional.

Padahal menurut Pria yang mengikuti Paket Umroh 9 Hari asli Salatiga ini,pengunaan Bahasa Jawa tersebut mengandung unsur budaya yang tidak bisa dideskripsikan dengan bahasa lainya. Hal yang demikian dapat dikatakan sebagai kegiatan Merawat Bahasa Jawa di Bandara Dubai

Dari pantauan Syakirawisata.com saat pengumuman tersebut di lantunkan, banyak bule atau pun para penumpang yang melakukan transit terheran akan bahaas tersebut . Dengan rasa penasaran mereka menggunakan gadget dan mencari tahu bahkan mempelajari bahasa jawa halus tersebut.

Ada pengumuman bahasa jawa saat di bandara Dubai menjadi salah satu cara memperkenalkan bahasa jawa yang baik dan benar secara halus. Selain itu jelas bermanfaat bagi jamaah umroh yang sudah sepuh yang lebih paham jika menggunakan bahasa Jawa. Lebih lanjut hal tersebut akan berdampak pada kunjungan wisatawan luar negeri menuju Indonesia