(024) 672 4321 umroh@syakirawisata.com

Tak perlu takut umroh bagi penderita diabetes, karena tidak semua jamaah umroh yang berangkat ke tanah suci memiliki kondisi fisik yang cukup baik dan prima. Hal ini biasanya disebabkan oleh faktor usia. Diabetes atau biasa disebut juga dengan kencing manis bukanlah penyakit yang menular, namun cukup berbahaya dan perlu diwaspadai, terutama mereka yang akan melaksanakan ibadah haji dan umroh

Setelah lamanya menunggu untuk bisa mendapatkan kuota haji membuat calon jamaah memilih alternatif berangkat umroh terlebih dahulu ke Tanah Suci meskipun dengan kondisi tidak sepenuhnya fit.

Pada umumnya para calon jamaah umroh dengan kondisi yang kurang sehat memiliki beberapa riwayat pernah sakit. Riwayat penyakit tersebut diantaranya adalah penyakit diabetes. Perlu di ketahui bahwa penyakit ini sebenarnya bukan menjadi penghalang bagi jamaah untuk melaksanakan ibadah umroh.

Namun memang terdapat beberapa hal yang perlu di perhatikan agar tak perlu takut umroh bagi penderita diabetes untuk menjalankan ibadah umroh di tanah suci.

Tips Terbaru Tak Perlu Takut Umroh Bagi Penderita Diabetes
  1. Kosultasi Dengan Dokter

Sebelum berangkat umroh hal wajib yang perlu dilakukan bagi penderita diabetes adalah, melakukan konsultasi ke dokter yang berkompeten untuk memeriksakan kadar gula darah yang ada di tubuh. Penderita diabetes melitus biasanya akan ditandai dengan kadar gula yang cukup tinggi.

Kadar gula yang tinggi terjadi karena hormon insulin yang terdapat pada tubuh. Zat gula yang berada pada tubuh tidak bisa diolah dengan baik oleh hormon tersebut. Sehingga pengolahan yang kurang baik akan menumpuk pada darah, lebih parahnya adalah akan menyebabkan beberapa penyakit kronis pada dalam diri Anda.

Syakira wisata sebagai biro umroh terbaik di semarang menyediakan jasa konsultasi dokter gratis baik sebelum maupun setelah melaksanakan ibadah haji dan umroh. Bahkan di setiap acara manasik di sediakan pemeriksaan secara gratis oleh team dokter Syakira Wisata. Kesempatan ini sebaiknya tidak di lewatkan oleh para jamaah umroh dan haji syakira wisata, termasuk mereka yang menderita penyakit diabetes

2. Lakukan Penangan Terbaik

Penyakit diabetes pada dasarnya tidak dapat sembuh dengan sepenuhnya. Tetapi terdapat beberapa penanganan baik yang dapat meminimalisir komplikasi dan kondisi yang kronis tersebut. Kondisi penderita diabetes yang kurang stabil dikhawatirkan akan mengganggu aktifitas umroh dan haji, dimana kegiatan tersebut hampir seluruhnya memerlukan kondisi fisik yang baik.

Meskipun Anda sangat menginginkan untuk berangkat umroh pada saat kondisi yang kurang maksimal. Alangkah baiknya Anda melalukan penangan yang terbaik terlebih dahulu sebelumnya. Biasanya sebelum berangkat umroh jamaah harus melampirkan bukti riwayat kesehatan yang menunjukkan riwayat kesehatan dirinya dengan pengantar bahasa inggris atau bahasa Arab. 

Surat pengantar ini diperlukan untuk berjaga – jaga jika sewaktu waktu anda memerlukan penanganan medis selama penerbangan maupun di Dua Kota Suci, Makkah dan Madinah.  Rutin berolahraga setidaknya 30 menit sebelum berangkat umroh dan makan rendah kalori  dapat membantu menyiapkan kondisi fisik prima bagi jamaah umroh penderita diabetes

3. Hindari Tempat Terbuka

Bagi jamaah umroh yang sudah berada di Makkah, tak perlu takut umroh bagi penderita diabetes. Langkah yang bisa diambil adalah dengan menghindari beberapa tempat terbuka yang terkena paparan sinar matahari secara langsung. Hal ini akan menghindari serangan panas dan rasa yang kebas pada kaki yang bisa mengakibatkan cidera.

Penderita yang mengalami cidera dan terluka biasanya akan rentan untuk terkena beberapa infeksi. Apabila sudah terkena infeksi maka proses penyembuhannya akan memakan waktu yang relatif lama. Oleh sebab itu jamaah umroh yang menderita diabetes dianjurkan untuk melaksanakan kegiatan tawaf dan sa’i pada waktu malam hari.

4. Jaga Konsumsi Kalori Tubuh

Beberapa aktifitas ibadah umroh akan memerlukam energi yang besar dan akan menutut para jamaah untuk mengkonsumsi kalori dalam jumlah yang besar juga. Jamaah umroh yang menderita diabetes diharuskan untuk memperhitungkan banyaknya asupan kalori pada porsi makannya.

Bagi jamaah umroh penderita diabetes harus menjaga jumlah kalori yang masuk dan keluar agar tetap seimbaang, karena jika tidak seimbang biasanya akan mengakibatkan hipoglikemia. Alangkah lebih baik jika jamaah umroh selalu membawa bekal makanan seperti kurma dan pastikan konsumsi banyak air zam – zam dan teratur setiap harinya.

5. Bawa Obat

Agar tak perlu takut umroh bagi penderita diabetes, tidak boleh lupa untuk selalu membawa obat. Obat yang harus dibawa dianjurkan dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama berada di Negara Arab Saudi dan dalam perjalanan. Jika memungkinkan membawa cairan insulin dan tempatkan pada tempat yang sejuk.

Pembimbing ibadah haji dan umroh Syakira Wisata menyediakan  obat – obatan  standart, seperti alat P3K, flu, demam, sakit kepala, dsb. Namun untuk beberapa penyakit “khusus” maka dimohon untuk menginformasikan kepada petugas pembimbing ibadah. Itulah beberapa tips terbaru ibadah umroh bagi penderita diabetes yang akan membuat Anda tak perlu merasa takut umroh maupun haji.